19 Februari 2009

SUKSES MELALUI SHOLAT !!!!!!


Sukses UJIAN NASIONAL melalui Sholat.
Anakku sholat adalah kewajiban, itu yang diajarkan oleh guru-guruku dulu ketika aku menjadi anak-anak seusia kalian, mereka selalu mengingatkanku agar aku selalu sholat dalam keadaan bagaimanapun, karena hal itu, maka hari ini aku sebagai gurumu mengajak kalian untuk selalu mendirikan sholat, kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan bagaimanapun. ketika engkau jadi anak-anak maka sholatlah dengan riang gembira, ketika engkau mulai dewasa sholatlah dengan khusu, ketika engkau dalam keadaan susah sholatlah dengan air mata kekhusuan, ketika engkau dalam keadan senang sholatlah dengan penuh rasa syukur, dan ketika engkau dalam keadaan sibuk sesibuk apapun tetaplah sholat. karena sholat adalah kewajiban. 
 
Anaku-anakku siswa siswi SMPN 1 Lembang yang berbahagia, Raihlah kesuksesan kalian melalui sholat. Yakinlah dengan sholat. “Minta tolonglah kalian dengan cara bersabar dan mendirikan sholat”

Bagi kalian yang kelas 9, saat ini kalian akan menghadapi ujian kelulusan,Tentunya kalian akan merasa senang dan bangga bila lulus ujian, bahkan orang tua serta guru kalianpun ikut senang. Berlatihlah terus….giatlah belajar, giat berdo'a dan tetaplah sholat.

Agar Alloh selalu menolong kita. Semoga sukses...Amiin.

Semoga bermanfaat….

Mukohar.

12 Februari 2009

Children Learn What They Live

Puisi Doroty Lan Nolte yang berjudul Children Learn What They Live yang

terjemahannya sebagai berikut:

Anak-anak belajar dari kehidupannya
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
Ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
Ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
Ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
Ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Wassalamualaikum
Mukohar.

01 Februari 2009

KISAH UANG 1.000 DAN 100.0000

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu
dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. .......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan
...... Ada dapa denganmu?"

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang
sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh,
karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......"

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang
lho ketemu sama teman-temanmu. "

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!" "Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman kamu disana....." 

30 Januari 2009

07 Desember 2008

ANAKKU HARI INI MILIKMU

DITULIS OLEH   :  MUKOHAR.


Hari ini hari Jum’at tanggal 5 Desember 2008, selesai sholat maghrib berjamaah dengan anak istriku, saya termenung “ternyata tahun sudah mau berganti lagi” terasa cepat sekali tahun berganti….kita sudah berada diambang pergantian tahun, terlintas olehku betapa cepatnya waktu,…inilah bukti benarnya ucapan Nabi Muhammad 1500 an tahun yang lalu, menjelang akhir zaman waktu terasa cepat. Akhirnya sebuah getar-getar jiwa masuk dalam relung hati sanubariku, aku bertanya pada diriku sudahkah menunaikan kewajiban sebagai seorang bapak bagi keluarga kecilku, bagi siswa-siswiku di sekolah? Sementara saat itu…aku lihat istri dan tiga buah hatiku sedang belajar Iqro….anak-anakku mengelilingi ibunya…damai hati ini.

Dan akhirnya disuatu malam sengaja kutulis ini, untuk anak-anakku tersayang…suatu saat tulisan ini insyaalloh akan dibaca oleh anak-anakku kelak dan mungkin oleh murid-muridku di sekolah. Aku ingin kita menghargai waktu.

Anakku…,

Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan kalian jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukanya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mentarinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita, hari inilah hari kita.

Anakku…, pada hari ini pula sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah kalian harus bertekad mempersembahkan kualitas pribadi yang sholeh-sholihat, sholat yang khusu’, baca alqur’an dan maknanya, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Alloh berikan, nerima ing pandum kata bapakku dulu ketika di desa, perhatian terhadap alam sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Anakku.., umur kita, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kalian dilahirkan hari ini dan akan menghadap Yang Maha Kuasa hari ini juga. Dengan demikian hidup kalian tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Anakku…, pada hari dimana kalian hidup saat inilah sebaiknya kalian membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamkanlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu, tebarkanlah salam untuk semua. Lalu, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada Alloh, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan ! Terimalah rezeki, tugas-tugas dari orang tua dan gurumu atau PR, ilmu, atau apapun pada hari itu terimalah dengan penuh keridhoan.

Allah berfirman: "Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".(Q.s Al-A’rof :144)


Anakku…, hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian. Dan, kemudian hendaklah kalian ingat “goreskanlah pada dinding hati kalian” sebuah kalimat Hari ini adalah harimu. Yakni, bila hari ini kalian dapat minum air jernih dan segar, maka mengapa kalian bersedih atas air asin yang kalian minum kemarin, atau menghawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi ? Bila, hari ini kalian dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi goreng atau nasi aking yang telah kalian makan kemarin atau nasi hangat esok hari yang belum tentu ada itu akan merugikan kalian ?

Anakku sayang…, Jika kalian percaya pada diri sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, kalian akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kalian setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan, ketahuilah anakku, itu semua akan membuatmu berkata dalam hati hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan mencela, menghardik dan membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah, buku-buku pelajaran agar tidak semrawut dan berantakkan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapihan penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku. Dan karena hanya akan hidup hari ini maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat pada Alloh, mengerjakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan sholat-sholat sunah nafilah sebagi ibadah tambahan, berpegang teguh pada Alqur’an dan Sunah Nabi, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat. Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya, dan buruk sangka.

Anakku.., jika berpikir hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara segar udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang sedang di zhalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang yang sholeh dan alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti pada kedua orang tua.

Anakku, jika kita berpikir aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu, aku tak akan menangisi kepergiannmu, dan kamu tak akan melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu, kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.

Dan, wahai anakku…, jika kita berpikir tentang masa depan, maka masa depan merupakan sesuatu yang masih gaib, aku tak akan bermain-main dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Akupun tak akan memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tak ada satupun darinya yang dapat disebutkan.

Wahai anakku sayang…, hari ini milikmu merupakan ungkapan paling indah dalam kamus kebahagiaan, kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan,… demikian anakku….semoga ini dapat bermanfaat untuk menghiasi hidup kita lebih indah. Selamat menjalankan hidup bahagia.

Akhirnya jam pun sudah menunjukkan pukul 03.30 lewat…aku pun berdo’a semoga hidup kita selalu dalam bimbingan dan hidayahNya, tuk hidup bahagia dunia akhirat…wah…indahnya……

Demikian. Wassalamu’alaikum wr.wb..

04 Desember 2008

KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA

Oleh : DENI BUDIMAN, TGL 3 DESEMBER 2008

SALAH SATU PENYEBAB KEGAGALAN ADALAH JIKALAU KITA TIDAK BERANI MENGHADAPI DAN MENERIMA RESIKO DAN TIDAK MAU MENARIK PELAJARAN DARINYA.

PERBEDAAN ANTARA ORANG GAGAL DAN SUKSES BUKAN SEKEDAR TERLETAK PADA MODAL DAN PENGETAHUANNYA TAPI LEBIH DARI ITU, KARENA KUATNYA HASRAT MEREKA DALAM MEMPERJUANGKAN KESUKSESAN.

PIKIRKAN APA YANG BERANI ANDA IMPIKAN. INGINKAN APA YANG BERANI ANDA PIKIRKAN. PUTUSKAN APA YANG BERANI ANDA INGINKAN. RENCANAKAN APA YANG BERANI ANDA PUTUSKAN.

SELAMA HIDUP DI DUNIA INI KITA HARUS GIGIH, KUALITAS KERJA DAN KREATIVITAS KITA DITENTUKAN OLEH STANDAR HIDUP YANG DITENTUKAN UNTUK DIRI SENDIRI.

KEBERHASILAN BIASANYA LAHIR DARI PENGORBANAN BESAR DAN TIDAK PERNAH BERASAL DARI HASIL KEEGOISAN SEMATA.

JANGAN BERMIMPI INGIN MENCAPAI TUJUAN JIKA KITA TIDAK BERANI MEMULAINYA. TINGGALKAN RASA TAKUT DAN PESIMIS. MULAILAH HARI INI DENGAN BERANI UNTUK MENCAPAI MIMPI.

27 November 2008

BEBERAPA PELANGGARAN SISWA

By : Aniq Tasia Kelas : IX C
Hayoo . . . . Siapa ja ya kira – kira yang ada di bawah ini , ini semua merupakan contoh – contoh pelanggaran yang di lakukan di luar sekolah , ada yang bermain di kelas selama tidak ada guru , menggunakan seragam tidak sesuai dengan ketentuan atau keluar saat jam pelajaran berlangsung. Mari kita Introspeksi diri ! Belajar buat lebih disiplin , masa anak – anak SMP Negeri 1 Lembang yang dah RSBI Begini sih , Ayo kita sama – sama berubah , Lebih tingkatkan prestasi guna mengharumkan nama Sekolah kita tercinta ini .
A.Bermain Gitar Dan Handphone Saat Tidak Ada Guru
B.Baju keluar / Tidak sesuai dengan ketentuan
C.Berkumpul (Nongkrong) di WC Saat pergantian Jam
D.Keluar Kelas saat tak ada guru / Pertukaran Jam
E.Berpacaran Di tangga sekolah
F. 1. Keluar saat Tak ada Guru
2. Duduk / berkumpul di tanggan (Mengganggu pengguna tangga)
G.Menggunakan Celana Jeans (Bebas) di hari jum’at
( Tidak menggunakan seragam sesuai dengan ketentuan )
H.Menggunakan sepatu bebas
I.Bermain Handphone saat tidak ada guru / pertukaran jam
J.Menggunakan Jaket di sekolah
K.Keluar / Membolos Saat Jam pelajran berlangsung
L.Makan / Jajan Saat Belum Jam Istirahat